Bukan dari Kekayaan Belaka, Ini 6 Ciri kenapa Hidup Seorang Pria Bisa Disebut Sukses


Dalam keadaan seperti apa seorang pria dikatakan sukses? Kebanyakan orang mungkin mengukur kesuksesan pria dari kekayaannya. Tak berlebihan memang mengingat seorang pria ditakdirkan untuk menjadi pemimpin keluarga yang salah satu persyaratannya adalah kestabilan ekonomi.

Tapi, yang namanya kesuksesan tak bisa diukur hanya dari kekayaan saja. Ada beberapa hal mendasar lainnya tentang kesuksesan yang sering kita lupakan. Bagaimanapun juga, akan terasa percuma bagi seseorang yang mempunyai kekayaan berlimpah jika tak mampu mengaturnya. Pun dengan orang yang mempunyai banyak teman, jika tak mampu mempertahankannya.

Lantas, selain tentang materi, apa sajakah poin-poin yang bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan? Berikut ini hal-hal yang sering luput untuk disebutkan dalam standar kesuksesan seorang pria.

1. Sanggup mengemban segala tanggung jawab yang sudah diterima

Kehidupan kita pasti tak lepas dari tanggung jawab. Itu merupakan konsekuensi manusia sebagai makhluk sosial. Bahkan tak jarang seorang pria diberikan tanggung jawab lebih. Semisal dalam rumah tangga, terkadang ia harus memperbaiki genteng yang bocor atau membetulkan toilet yang mampet. Dua tugas itu bisa dibilang hukum tak tertulis, tapi seakan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari laki-laki.

Maka dari itulah dalam mengemban tanggung jawabnya, seorang pria harus memiliki keahlian praktis dan jiwa kepemimpinan, serta mampu mengelola waktu. Dengan berbekal ketiga hal tersebut, setidaknya kamu sudah punya jaminan untuk bisa mengemban tanggung jawab dengan baik.

2. Memiliki ambisi yang membuat kita bersemangat menjalani hidup

Ada yang bilang, kematian tidaklah datang saat kita berhenti menghembuskan napas, tetapi saat kita kehilangan ambisi. Coba bayangkan kalau kita tidak memiliki keinginan untuk mencapai sesuatu dalam hidup, mungkin hidup kita akan datar-datar saja.

Ambisi akan membuat kita lebih bersemangat menjalani hidup. Tanpa hasrat yang tinggi dan terlalu cepat berpuas diri, maka jalan kehidupan kita takkan ke mana-mana. Terlepas nanti apakah ambisinya tercapai atau tidak, dengan memilikinya saja sudah menjadi kesuksesan tersendiri.

3. Bisa memulai hari dengan tersenyum

Senyum itu adalah suatu perbuatan yang sederhana. Tapi, jangan disangka semua orang bisa melakukannya setiap hari. Dalam keadaan bahagia, tersenyum itu gampang untuk kita lakukan. Jika dalam keadaan sedih, bagaimana? Paling-paling orang cuma bisa mengeluarkan senyum terpaksa.

Makanya, jika kamu melihat orang yang bisa mengeluarkan senyuman merekah saat memulai harinya, itu menandakan kalau ia bahagia dengan kehidupannya. Dan kebahagiaan itu sangat identik dengan kesuksesan.

Tak ada orang sukses yang tidak bahagia; tak ada pecundang yang merasa bahagia dengan hidupnya.

4. Ketika generasi penerus bisa merasakan karya yang kita wariskan

Apa yang kita bangun saat ini tentu tak akan berarti apa-apa jika tak bisa dinikmati oleh orang lain. Tak melulu soal harta, apa yang kita wariskan itu bisa berbentuk ilmu, pengetahuan, dan karya. Coba bayangkan bagaimana perasaan kamu, jika orang lain mengingat nama kamu berkat karya atau pengetahuan yang kamu wariskan pada mereka.

Kita bahkan tak perlu membicarakan hal-hal yang besar seperti karya. Nilai dan prinsip yang kita wariskan pada anak-cucu pun bisa jadi sesuatu yang sangat berguna bagi mereka.

5. Ketika teman-teman selalu merasa nyaman ketika berada di dekat kita

Coba perhatikan bagaimana reaksi teman kamu saat mendengarkan kamu bercerita mengenai pengalaman hidup. Apakah mereka terlihat antusias, penasaran, atau terhibur? Atau jangan-jangan mereka memperlihatkan raut muka seperti sedang bosan dan acuh tak acuh?

Bila jawabannya yang pertama, kamu patut bersyukur. Itu artinya, kehadiran kamu sangat berarti bagi mereka. Karena begini, pada kenyataannya selalu ada orang yang disebut sebagai kawan hanya karena ia sering mentraktir; ada orang yang disebut kawan, tapi sosoknya selalu dibenci karena kelakuannya menyebalkan; bahkan ada orang yang seringkali tak dianggap.

Maka dari itulah, memiliki teman yang bisa dipercaya, yang bisa diajak berbagi suka dan duka pun bisa jadi ukuran kesuksesan. Terlebih bagi seorang pria dewasa, ia biasanya memiliki sahabat pria sebagai tempat berbagi segala hal yang tak bisa diceritakan kepada wanita.

Jadi, tak ada salahnya jika sesekali kamu rayakan momen kebersamaan dengan teman-teman dekat, karena tak ada jaminan seumur hidup ini kamu bisa terus bertemu dengan mereka.

6. Ketika mengingat pengalaman hidup di masa lalu, dan dibuat tersenyum puas karenanya

Masa lalu seseorang itu pasti diisi oleh tiga momen besar: momen kebahagiaan, momen kegagalan, dan momen kegagalan yang berhasil diubah jadi suatu keberhasilan.

Jika saat sudah tua nanti kamu mengingat masa lalu, dan akhirnya malah dibuat menyesal dengan apa yang selama ini kamu lakukan, kemungkinan besar kamu sudah menyia-nyiakan hidup. Namun sebaliknya, jika memori masa lalu kamu bisa merekahkan senyuman di bibir, itu berarti kamu sudah memaksimalkan kesempatan yang didapat selama hidup yang singkat ini.

Mau pilih yang mana? Keputusan ada di tangan kamu.

Semoga kamu memilih jalan kesuksesan dari sekarang, mumpung usia kita masih muda. Merubah jalan hidup di usia tua bakal jauh lebih sulit daripada jika kita melakukannya di usia muda.

0 Response to "Bukan dari Kekayaan Belaka, Ini 6 Ciri kenapa Hidup Seorang Pria Bisa Disebut Sukses"

Posting Komentar

IBX5A538CF69476E